Rabu, 12 September 2012

Dear Para Perokok Aktif

Dear para perokok aktif,

Mungkin ini terdengar klise, basi, atau apalah. Tapi ini benar-benar terjadi lho.
Saya bukan mau sok peduli lingkungan, sok peduli kesehatan, dan sok-sok yang lain. Saya hanya ingin curhat. Ingin berbagi perasaan pada kalian semua. Saya, anak dari seorang perokok aktif.

Sekali lagi, saya gak bermaksud menghakimi para perokok itu. Jujur, saya hampir ga peduli mereka mau menghabiskan berapa bungkus rokok dalam sehari. Bahkan terhadap Bapak, saya gak pernah melarang beliau merokok. Paling, sesekali saya hanya mengingatkan bahwa sudah terlalu banyak rokok yang dikonsumsinya. Bagi saya, merokok adalah hak asasi tiap manusia.

Tapi pagi ini, ketika saya terbangun karena suara Bapak terbatuk-batuk. Batuk yang menurut saya... cukup parah. Saya menangis dan berdoa dalam hati, "Tuhan... beri bapak saya umur panjang, beri ia kesempatan melihat saya menjadi orang sukses, beri saya waktu untuk lebih membahagiakannya. amin..."


Dear para perokok aktif,
Bayangkanlah jika suatu hari istri, anak, atau mungkin calon anak anda tiba-tiba merasa demikian. Kami tahu penyakit apa yang mengincar para perokok aktif, yang mungkin juga mengincar kami, perokok pasif.

Kami hanya ingin kalian sadar, sayangilah tubuh kalian seperti kami menyayangi kalian. Umur memang sudah diatur, tapi bukankah akan lebih baik jika kalian menyayangi tubuh sendiri, demi orang-orang di sekitar kalian...  :') 

Minggu, 09 September 2012

Welkam tu de janggel!

Hooaaahhhmmm... saya masih terlalu ngantuk untuk masuk ke dalam "hutan" ini, kehidupan yang nyata. Hihihi... kesannya kayak masa-masa kuliah kemarin itu hanyalah dunia khayal belaka. Hmm... iya juga sih.
Jujur ya, status sebagai MAHASISWA adalah status puaalliiinnggg nyamaaannn yang pernah saya rasakan. Bisa hidup semau gue, bertindak sesuka gue, tapi tetep punya tempat di masyarakat. Mahasiswa gitu loohh...

Dan... ternyata saya memang nyaman sekali menikmati masa-masa sebagai mahasiswa. Bahkan mungkin terlalu nyaman. Terlalu nyaman menjalani semuanya semau dan sesuka gue... *pengakuan dosa*

Sampai pada akhirnya...

Setelah lulus ini...

SAYA GALAU.

Bahkan, saya juga bingung bikin CV. Bukan ga tau gimana cara bikinnya. Saya cuma bingung, apa yang mau saya tulis di Pengalaman Kerja dan Pengalaman Organisasi. Nah loohh...

Pengalaman kerja? buanyaaakkk... saya sudah berpengalaman jadi asisten rumah tangga di rumah saya sendiri, eh, rumah orang tua saya sendiri.

Pengalaman Organisasi. ada sih beberapa, tapi cuma sebagai anggota. Tulis gak ya???

Nah galau kan...




Tik tok tik tok tik tok...



Uups, udah jam sepuluh pagi, saatnya saya masak. Byeee...

Nb: teringat perkataan Mario Teguh waktu itu, "Siapkanlah diri anda untuk sekecil-kecilnya pekerjaan..."
Jika menjadi asisten rumah tangga di rumah sendiri dapat dikategorikan 'pekerjaan yang sekecil-kecilnya', maka setidaknya saya sedang mempersiapkan diri untuk itu... *ngeles*