Selasa, 17 Oktober 2017

Tenggelam


Sudah tahu tak bisa berenang, masih nekat mencebur ke sungai.
Ada yang menawarkan tumpangan, kau tolak. Kau pikir tujuan mereka tak sama denganmu.
Ada yang menawarkan pelampung, kau tepis. Kau pikir pelampung itu tak kan bisa menolongmu.
Ada yang mengulurkan tangan hendak membimbing, kau acuhkan. Kau pikir kau tak butuh bantuan siapapun.
Kau biarkan tubuhmu tenggelam semakin dalam.
Apa yang kau cari di dasar sungai? Mutiara?
Mana ada.
Kau hanya akan semakin terkubur di dalam lumpur
Di dasar sungai itu
Sambil memandangi mereka di atas air sana
Berlomba-lomba menuju muara
Menantang ombak yang lebih besar
Sambil menggenggam matahari di batas cakrawala

Selasa, 12 September 2017

Puisi: Hatiku Selembar Daun



Hatiku selembar daun melayang
jatuh di rumput;

nanti dulu, biarkan aku sejenak
terbaring disini

ada yang masih ingin kupandang,
yang selama ini senantiasa luput;

sesaat adalah abadi sebelum
kausapu tamanmu setiap pagi

 ~Sapardi Djoko Damono~



P.S: 
Semoga di kolom komentar gak ada yang nanya, "ada analisisnya pake pendekatan semiotika riffatere gak?"
Sumpah, cyiinn... eyke udin lupita itu analisis gitu-gitu... padahal dulu pas kuliah Teori Puisi dapet nilai A sih. wkwkwk...